Bahaya Keputihan Saat Hamil

Bahaya Keputihan Saat Hamil – Keputihan saat hamil masih bisa dibilang kondisi yang masih normal sehingga tidak perlu dikhawatirkan oleh Ibu hamil. Namun yang harus dikhawatirkan oleh bumil yaitu jika keputihan yang muncul tidak normal.

Keputihan yang tidak normal harus diwaspadai oleh ibu hamil. Kondisi keputihan ini mempunyyai ciri-ciri seperti berwarna hijau atau kuning, berbau, gatal, terkadang disertai dengan munculnya bercak darah serta bisa menyebabkan rasa sakit pada vagina.

Bahaya Keputihan Saat Hamil

BAHAYA KEPUTIHAN SAAT HAMIL

Keputihan yang tidak normal tentunya bisa saja membahayakan kandungan. Sehingga ketika mengalami keputihan yang tidak normal sebaiknya segera memeriksakannya kee dokter, supaya keluhan tersebut mendapat penanganan yang tepat.

Beberapa bahaya keputihan saat hamil yang perlu anda waspadai :

  • Penyakit Menular Seksual

Keputihan yang berwarna hijau atau kuning disertai dengan bau tidak sedap dan berbusa. Kondisi tersebut bisa menandakan salah satu penyakit menular seksual yaitu trikomoniasis, dan gejala yang bisa muncul seperti merasa tidak nyaman saat buang air kecil, gatal, iritasi dan vulva memerah.

  • Terjadi Infeksi Ragi

Infeksi ragi di tandai dengan vulva meradang, gatal, terasa sakit, rasa terbakar saat buang air kecil. Jika anda mengalami infeksi ragi itu tandanya terlalu banyak sel ragi pada vagina anda, meskipun mengganggu, namun gangguan ini biasanya infeksi yang tidak terlalu serius. Akan tetapi langkah penanganan tetaplah diperlukan.

  • Bacterial Vaginosis

Keputihan dengan tanda berbau busuk, berwarna putih susu, abu-abu maupun kuning dengan bau amis yang sangat kuat. Menandakan jika keputihan tersebut gejala dari Bacterial Vaginosis yaitu infeksi pada vagina yang disebabkan oleh bakteri.

Itulah beberapa bahaya keputihan saat hamil yang bisa terjadi, sehingga ibu hamil bisa tetap waspada dan selalu memeriksakan kedokter jika terjadi kelainan selama masa kehamilan.

Baca juga : Cara Mengatasi Keputihan Saat Hamil Muda Secara Alami

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*